1.
Karakteristik
Alam
2.
Karakteristik
Sosial
Masyarakat di sekitar SD Inpres Kayuloe, kehidupan
sosialnya masih sangat tinggi, dimana kegiatan gotong royong dan suasana
kekeluargaan masih sangat terjaga dan sering kita jumpai setiap hari.
3.
Karakteristik
Ekonomi
Masyarakat di sekitar SD Inpres Kayuloe
kesehariannya mengandalkan hasil bumi yang berasal dari sektor perkebunan
jangka panjang berupa tanaman cengkeh, kakao dan tanaman jangka pendek berupa
tanaman jagung, kacang-kacangan, bawang merah dan sayuran.
4.
Karakteristik
Budaya
Masyarakat disekitar SD Inpres Kayuloe masih terus
melaksanakan dan melestarikan budaya yang sudah ada terlaksana secara turun
temurun yang dianggap sebagai peninggalan orang tua, diantaranya : Assuro
Ammaca, Adat Pernikahan, Barasanji, Ammuntuli Bulang, Atturungeng, Angalle
Allo, dan Andingingi.
5.
Karakteristik
Tenaga Pendidik dan Kependidikan
SD Inpres Kayuloe memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang berasal dari latar belakang yang relatif sama baik dari segiagama, budaya, sosial ekonomi, dan pendidikan. Beberapa diantara mereka memiliki berbagai keterampilan, diantaranya: bermusik, menyanyi, juru ceramah, dan seni. Sekolah mendorong pengembangan potensi dan bakat guru dan staf untuk mendukung kualitas pendidikan.
6.
Karakteristik
Peserta Didik
Setiap
anak adalah unik. Merekamemiliki kemampuan dan pengalaman belajar yang tidak
sama. Sebagian siswa memiliki potensi diarea akademik, namun tidak sedikit juga
siswa yang masih perlu dikembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka.
Siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda. Sebagian siswa memiliki minat
dibidang seni, olahraga, matematika dan sains. Sekolah memfasilitasi kebutuhan
mereka dengan menyiapkan program pengembangan potensi dan minat mereka melalui
kegiatan Sabtu Bakat.
Sekolah pun dapat menerima siswa berkebutuhan khusus setelah melalui analisis secara komprehensif oleh ahli untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka. Sekolah merancang program khusus agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Keberagaman siswa memperkaya laboratorium sosialisasi disekolah. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan bersosialisasi, toleransi, rasa syukur, keterampilan emosi, komunikasi, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam perjalanan belajar mereka sehari-hari. Sekolah memiliki kewajiban untuk mengembangkan siswa secara seimbang. Dengan demikian, program yang dirancang memerhatikan empat ranah (sosial, emosional, intelektual, fisik) dengan ranah spiritual sebagai payung besar.
Latar belakang peserta didik sebagian besar berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah dan hanya sebagian kecil masuk kategori tingkat ekonomi ke atasdengan sarana prasarana yang cukup memadai dalam mendukung proses pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Latar belakang keagamaan yang mayoritas bahkan hingga 100% adalah peserta didik beragama Islam. Secara sosial budaya, peserta didik memiliki latar belakang orang tua yang sama budayanya. Selain itu, minat bakat peserta didik juga yang sangat beragam. Berdasarkan perbedaan latar belakang tersebut maka memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu di implementasikan secara utuh. Maka dalam penyusunan Kurikulum Operasional, karakteristik peserta didik dengan segala latar belakang menjadi satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang berkeadilan dalam kebhinnekaan.