KARAKTERISTIK SD INPRES KAYULOE

 


 

1.    Karakteristik Alam

 SD Inpres Kayuloe berada pada sebelah utara Kecamatan Bantaeng, tepatnya berada di Kampung Kassi-kassi Desa Kayu Loe Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng yang berjarak ±  18 Km dari pusat kota Bantaeng dan berada pada ketinggian ± 1500 m dari permukaan laut (Mdpl) di kelilingi oleh pegunungan dengan kondisi cuaca dingin berkabut.

2.    Karakteristik Sosial

 

Masyarakat di sekitar SD Inpres Kayuloe, kehidupan sosialnya masih sangat tinggi, dimana kegiatan gotong royong dan suasana kekeluargaan masih sangat terjaga dan sering kita jumpai setiap hari.

 

3.    Karakteristik Ekonomi

 

Masyarakat di sekitar SD Inpres Kayuloe kesehariannya mengandalkan hasil bumi yang berasal dari sektor perkebunan jangka panjang berupa tanaman cengkeh, kakao dan tanaman jangka pendek berupa tanaman jagung, kacang-kacangan, bawang merah dan sayuran.

 

 

4.    Karakteristik Budaya

Masyarakat disekitar SD Inpres Kayuloe masih terus melaksanakan dan melestarikan budaya yang sudah ada terlaksana secara turun temurun yang dianggap sebagai peninggalan orang tua, diantaranya : Assuro Ammaca, Adat Pernikahan, Barasanji, Ammuntuli Bulang, Atturungeng, Angalle Allo, dan Andingingi.

 

5.    Karakteristik Tenaga Pendidik dan Kependidikan

SD Inpres Kayuloe memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang berasal dari latar belakang yang relatif sama baik dari segiagama, budaya, sosial ekonomi, dan pendidikan. Beberapa diantara mereka memiliki berbagai keterampilan, diantaranya: bermusik, menyanyi, juru ceramah, dan seni. Sekolah mendorong pengembangan potensi dan bakat guru dan staf untuk mendukung kualitas pendidikan.

 

6.    Karakteristik Peserta Didik

Setiap anak adalah unik. Merekamemiliki kemampuan dan pengalaman belajar yang tidak sama. Sebagian siswa memiliki potensi diarea akademik, namun tidak sedikit juga siswa yang masih perlu dikembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka. Siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda. Sebagian siswa memiliki minat dibidang seni, olahraga, matematika dan sains. Sekolah memfasilitasi kebutuhan mereka dengan menyiapkan program pengembangan potensi dan minat mereka melalui kegiatan Sabtu Bakat.

Sekolah pun dapat menerima siswa berkebutuhan khusus setelah melalui analisis secara komprehensif oleh ahli untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka. Sekolah merancang program khusus agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Keberagaman siswa memperkaya laboratorium sosialisasi disekolah. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan bersosialisasi, toleransi, rasa syukur, keterampilan emosi, komunikasi, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam perjalanan belajar mereka sehari-hari. Sekolah memiliki kewajiban untuk mengembangkan siswa secara seimbang. Dengan demikian, program yang dirancang memerhatikan empat ranah (sosial, emosional, intelektual, fisik) dengan ranah spiritual sebagai payung besar.

Latar  belakang  peserta  didik sebagian besar  berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah dan hanya sebagian kecil masuk kategori tingkat ekonomi ke atasdengan sarana  prasarana  yang   cukup   memadai   dalam  mendukung  proses  pembelajaran  baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.  Latar  belakang  keagamaan yang mayoritas bahkan hingga 100%  adalah  peserta  didik  beragama  Islam.  Secara  sosial  budaya,  peserta  didik memiliki latar belakang orang tua yang sama budayanya. Selain itu, minat bakat peserta didik juga yang sangat beragam. Berdasarkan  perbedaan latar  belakang tersebut maka memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu di implementasikan secara utuh. Maka dalam penyusunan Kurikulum Operasional,  karakteristik  peserta didik dengan segala latar belakang menjadi satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang berkeadilan  dalam kebhinnekaan.

Read More

Kelas II

Wali Kelas : Sukmawati, S.Pd


Read More

Kelas IV

Wali Kelas : Ismail M, S.Pd

Read More

Kelas I

Wali Kelas: Nurmeni, S.Pd
Read More

BUKU TAMU

Demi mempererat tali silaturahmi silahkan sobat tuliskan:
Nama:
Web/blog:
Kesan setelah berkunjung :
Read More

HARI JADI BANTAENG

SD Inpres Kayuloe ikut serte memeriahkan dalam menyambut Hari Jadi Bantaeng



Read More

LATAR BELAKANG

 LATAR BELAKANG

          Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Penerapan desentralistik pengelolaan pendidikan adalah dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulum. Hal itu juga mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta pasal 35 tentang Standar Nasional Pendidikan. Selain itu juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu keberhasilan pendidikan nasional agar dapat bersaing dengan hasil pendidikan nnegara-negara maju.
          Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bukti nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan termasuk didalamnya pengelolaan kurikulum baik dari segi penyusunan maupun segi pelaksanaan di sekolah.
          Keberagaman pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tetap mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas standar isi, proses, standar kompotensi kelulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, standar isi dan standar kompotensi kelulusan merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.
Read More